Jumat, 08 Desember 2017

Analisa Lingkungan Makro

Menganalisa Lingkungan Makro (Demografi, Alam, Teknologi,
        Politik/Hukum, Sosial/Budaya)
Perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang mampu mengenali dan merespon berbagai kebutuhan dan tren yang belum terpenuhi secara menguntungkan. Bahkan dalam perekonomian yang berkembang lambat, beberapa usaha perseorangan dan perusahaan mampu menciptakan pemecahan baru atau kebutuhan yang tak terpenuhi. Federal Express diciptakan untuk memenuhi kebutuhan akan pengiriman surat dalam satu hari. Banyak peluang ditemukan dengan mengidentifikasi trend.
Tren (trend) adalah arah atau urutan kejadian yang mempunyai momentum dan durabilitas. Trend lebih mudah diperkirakan dan lebih berlangsung lama daripada mode. Trend mengungkap bentuk masa depan dan memberikan banyak peluang. Sebagai contoh: persentase orang yang menghargai kebugaran fisik dan kesejahteraan dewasa ini semakin meningkat, terutama dalam kelompok usia dibawah 30tahun, wanita muda, konsumen kaya, dan orang yang hidup di Barat.
Mode adalah sesuatu yang tidak dapat diperkirakan, berumur pendek, dan tanpa signifikansi sosial, ekonomi, dan politik. Perusahaan dapat memperoleh uang dari suatu mode seperti boneka Barbie babies, Tickle Me Elmo, namun hal ini lebih merupakan masalah keberuntungan dan waktu yang tepat.
John Nasbit, seorang pakar masa depan, lebih suka membicarakan Megatrend yang merupakan perubahan sosial, ekonomi, politik, dan teknologi yang besar, yang berjalan lebih lambat, dan pada saat terjadi mereka akan mempengaruhi kita untuk beberapa lama antara tujuh dan delapan bulan atau lebih.
Megatrend Naisbitt lebih mencakup masalah-masalah sosial. Kesepuluh megatrend untuk tahun 1990-an yang telah diidentifikasi oleh Nasbitt adalah:
1.      Ledakan ekonomi global
2.      Kelahiran kembali dalam seni
3.      Kebangkitan sosialisme pasar
4.      Gaya hidup global dan nasionalisme kebudayaan
5.      Swastanisasi negara-negara makmur
6.      Kebangkitan Kawasan Pasifik
7.      Dasawarsa peran wanita dalam kepemimpinan
8.      Era biologi
9.      Kebangkitan religious millennium baru
10.  Kejayaan individu
Trend dan megatrend memang pantas mendapatkan perhatian khusus dari pemasar. Produk atau program pemasaran baru mungkin akan lebih berhasil jika ia sejalan dengan trend yang kuat. Namun mendeteksi peluang pasar baru tidak menjamin keberhasilannya, meskipun secara teknis hal tersebut dapat terlaksana. Contohnya, adalah mungkin untuk menawarkan surat kabar yang disusun sesuai pesanan konsumen, yang akan muncul di komputer mereka dengan dan hanya mencakup hal-hal yang mereka minati. Namun, mungkin tidak terdapat cukup orang yang tertarik pada produk tersebut atau bersedia membayar harga yang ditetapkan. Itulah mengapa riset pasar harus dilakukan untuk menentukan potensi laba dari suatu peluang.

2.2   Mengidentifikasi dan Menanggapi Kekuatan Lingkungan Makro
Perusahaan dan pemasok, perantara pemasaran, pelanggan, pesaing, dan masyarakatsemuanya beroperasi dalam kekuatan dan trend lingkungan makro yang membentuk peluang dan menimbulkan ancaman. Kekuatan-kekuatan ini bersifat “tidak dapat dikendalikan”, yang harus dipantau dan ditanggapi oleh perusahaan.
Lingkungan makro terdiri dari kekuatan-kekuatan yang bersifat kemasyarakatan yang lebih besar dan mempengaruhi semua pelaku dalam lingkungan mikro perusahaan yaitu (Kotler 1997 : 78):
Lingkungan makro perusahaan adalah tempat di mana perusahaan harus memulai pencariannya atas peluang dan kemungkinan ancaman. Lingkungan ini terdiri semua pihak dan kekuatan yang mempengaruhi operasi dan prestasi perusahaan. Perusahaan perlu untuk memahami kecenderungan dan megatrend yang menandai lingkungan saat ini.Lingkungan makro perusahaan terdiri dari enam kekuatan utama: demografi, ekonomi, alam, teknologi, politik, dan budaya.
1.      Lingkungan Demografis
Kekuatan lingkungan yang pertama dimonitor adalah kependudukan karena orang banyak yang membentuk pasar. Perkembangan kependudukan dari waktu kewaktu yang terus meningkat dapat merupakan suatu peluang, sekaligus menjadi ancaman bagi sebuah usaha. Pertumbuhan jumlah penduduk merupakan pertumbuhan permintaan terhadap barang-barang yang dibutuhkan.
Lingkungan demografi memperlihatkan pertumbuhan penduduk dunia yang tinggi, perusahaan distribusi, umur, etnis, dan pendidikan, jenis rumah tangga baru, pergeseran populasi secara geografi, dan perpecahan dari pasar masal menjadi pasar-pasar mikro.

2.      Lingkungan Ekonomi
Daya beli yang tersedia dalam ekonomi tergantung pada penghasilan, harga, tabungan, utang, dan ketersediaan kredit saat ini. Pemasar harus memperhatikan trendyang mempengaruhi daya beli, karena trend tersebut bisa memberikan pengaruh kuat pada bisnis, terutama untuk perusahaan yang produknya ditujukan kepada konsumen berpenghasilan tinggi dan sensitive terhadap harga

Pasar membutuhkan daya beli seperti halnya orang banyak. Daya beli keseluruhan merupakan fungsi dari pendapatan saat itu, tabungan dan kredit yang tersedia. Para pemasar perlu menyadari keempat kecenderungan itu dalam lingkungan ekonomi. Penambahan-penambahan dalam variabel ekonomi diatas akan mempengaruhi dampak penjualan suatu produk secara langsung.
Lingkungan ekonomi memperlihatkan suatu perlambatan dalam pertumbuhan pendapatan riil, tingkat tabungan yang rendah dan hutang yang tinggi, dan perubahan pola pengeluaran konsumen.

3.      Lingkungan Alam
Perusakan alam merupakan salah satu permasalahan utama 1990-an. Di banyak kota di dunia, polusi udara dan air telah mencapai tingkat yang membahayakan. Terdapat keprihatinan yang besar terhadap bahan kimia tertentu yang menimbulkan polusi udara, tanah dan air.
Kondisi lingkungan alam sangat berpengaruh bagi suatu usaha yang akan menjalankan bisnisnya. Lingkungan alam biasanya dikaitkan dengan kondisi alam disekitar tempat usaha serta infrastruktur yang tersedia. Pasar harus menyadari akan peluang dan tantangan yang timbul akibat kekurangan bahan baku, biaya energi yang meningkat, tingkat polusi yang meningkat dan peran pemerintah yang berubah dalam perlindungan lingkungan.
Lingkungan alam memperlihatkan kekurangan potensial dari bahan baku tertentu, biaya energi yang tidak stabil, tingkat populasi yang meningkat, dan gerakan “hijau” yang berkembang untuk melindungi lingkungan.
Oleh karenanya pemasar harus mewaspadai ancaman dan peluang yang berhubungan dengan keempat trend dalam lingkungan alam, diantaranya yaitu kekurangan bahan baku, biaya energi yang meningkat, tingkat polusi yang meningkat, dan peran pemerintah yang berubah.


4.      Lingkungan Teknologi
Setiap teknologi merupakan suatu kekuatan yang dapat mendorong lajunya perkembangan usaha tingkat pertumbuhan ekonomi yang ditentukan oleh seberapa banyak teknologi yang telah ditemukan. Teknologi merupakan peluang pembaharuan yang tidak terbatas, teknologi meningkatkan metode pengolahan yang lebih sempurna tetapi untuk jenis produk yang sifatnya khas, teknologi bukan merupakan faktor penunjang dan pendukung yang utama tetapi cara tradisional juga perlu tetap dipertahankan untuk menjamin keaslian/kealamianya.
Lingkungan teknologi memperlihatkan perubahan teknologi yang semakin cepat, kesempatan inovasi yang tak terbatas, anggaran riset dan pengembangan yang tinggi, konsentrasi pada perbaikan kecil daripada penemuan besar, dan pengaturan yang meningkat terhadap perubahan teknologi.

5.      Lingkungan Politik/Hukum
Keputusan-keputusan pemasaran sangat dipengaruhi oleh perkembangan perundang-undangan yang berlaku dan sikap pemerintah yang mempengaruhi dan membatasi gerak usaha perusahaan. Lingkungan ini terbentuk oleh hukum-hukum, lembaga pemerintah, dan kelompok penentang yang mempengaruhi dan membatasi gerak-gerik berbagai organisasi dan individu dalam masyarakat.
Lingkungan politik memperlihatkan pengaturan bisnis yang substansial, peranan badan pemerintah yang kuat, dan pertumbuhan kelompok kepentingan umum. Lingkungan budaya memperlihatkan kecenderungan jangka panjang menuju realisasi diri, kepuasan langsung, dan orientasi yang lebih sekuler.


6.      Lingkungan Sosial/Budaya
Karakteristik budaya lain yang menarik minat pemasar adalah determinasi nilai budaya inti dan keberadaan subbudaya.
1.      Keteguhan nilai budaya inti yang tinggi, keyakinan dan nilai inti diajarkan dari orang tua ke anak-anaknya dan diperkuat oleh institusi sosial. Keyakinan dan nilai sekunder lebih terbuka terhadap perubahan. Pemasar mempunyai peluang untuk mengubah nilai sekunder, tetapi hanya mempunyai sedikit kesempatan untuk mengubah nilai tinggi.
2.      Keberadaan Subbudaya, kelompok yang berbagi nilai, kepercayaan, preferensi, dan perilaku yang timbul dari pengalaman atau keadaan khusus dalam hidup mereka. Terkadang perusahaan mendapat imbalan tak terduga dalam membidik subbudaya.
Keyakinan, nilai-nilai, dan norma seseorang dibentuk oleh masyarakat dimana mereka dibesarkan. Manusia menyerap hampir secara tidak sadar, pandangan dunia yang merumuskan hubungan mereka dengan dirinya sendiri, dengan sesamanya, dengan alam, dan dengan alam semesta.
Pengaruh membeli juga ditentukan oleh kebiasaan-kebiasaan yang terjadi pada setiap orang dan langsung ditiru oleh pihak lain. Kehadiran suatu produk dalam masyarakat serta diterima atau tindakannya yang baru sangat dipengaruhi oleh kultur masyarakat setempat. Lingkungan budaya juga dapat menciptakan peluang yang sangat besar bagi sebuah perusahaan.



Kamis, 07 Desember 2017

PERILAKU KONSUMEN, STRATEGI PEMASARAN DAN PERANAN PEMASARAN DALAM ORGANISASI

PERILAKU KONSUMEN
            Ada dua komponen kunci yang harus dilakukian pemasaran. Pertama, pemasar berusaha untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kedua, pemasaran mempelajari proses pertukaran, yaitu dua pihak saling mentransfer sesuatu yang bernilai bagi yang lain. Hal ini berarti bahwa titik pusat kegiatan pemasaran didasarkan pada suatu aplikasi disiplin keunggulan konsumen.Oleh karena itu, konsumen merupakan titik pusat usaha pemasaran.
            Lingkungan pemasaran didefinisikan sebagai seluruh segmen pasar yang berada di masyarakat dan kemampuan perusahaan dari dalam serta para pesaing yang mempunyai produk yang sama atau barang substitusi lainnya (Sri Utami, 1998). Oleh karena itu, analisis lingkungan mengarahkan pada penilaian kekuatan-kekuatan dan institusi-institusi eksternal perusahaanyang mengidentifikasi bagaimana dampak semua ini pada usaha-usaha pemasaran. Faktor lingkungan lain yang mempengaruhi konsumen dan perusahaan adalah kondisi ekonomi, teknologi, politik, dan kebudayaan.

STRATEGI PEMASARAN
            Strategi pemasaran adalah wujud rencana yang terarah di bidang pemasaran, untuk memperoleh suatu hasil yang optimal. Strategi pemasaran mengandung dua faktor yang terpisah tetapi berhubungan dengan erat., yakni:
  1.  Pasar Sasaran.
            Pasar sasaran, yaitu suatu kelompok konsumen yang homogen, yang merupakan sasaran perusahaan. Para ahli ekonomi sekarang menggambarkan pasar sebagai kumpulan pembeli dan penjual yang melakukan transaksi atas sebuah produk atau kumpulan produk tertentu. Akan tetapi, para pemasar memandang para penjual sebagai bagian yang membentuk industri dan para pembeli sebagai bagian yang membentuk pasar.
               Istilah pasar sering digunakan untuk mewakili berbagai pengelompokan pelanggan. Dan seperti telah kita ketahui bersama, perekonomian modern penuh dengan berbagai macam pasar.
2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
             Bauran pemasaran adalah seperangkat alat pemasaran yang di gunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Mc Carthy mengklasifikasikan alat-alat itu menjadi empat kelompok yang luas yang di sebut empat P dalam pemasaran. Empat P yang di maksudkan adalah: produk (Product), harga (Price), tempat (Place) dan promosi (Promotion). Strategi pemasaran mempunyai ruang lingkup yang luas di bidang pemasaran. di antaranya adalah :
  1. Strategi dalam persaingan
  2. Strategi produk
  3. Strategi "Daur Hidup Produk", dan sebagainya.
            Dalam persaingan, diperlukan suatu kejelasan apakah perusahaan akan menempatkan dirinya sebagai pemimpin, sebagai penantang ataukah pengikut. Perlu pula ketegasan langkah yang harus dilaksanakan sesuai dengan sifat dan bentuk pasar yang di hadapi.
            Dalam strategi produk, terkadang banyak unsur yang berkaitan dengan produk yang dihasilkan. Mulai dari desain, warna, bentuk, pembungkusan, dan berbagai sifat fisik produk lainnya. Mencakup pula kebijakan penetapan harga produk yang akan memberikan kepuasan baik kepada konsumen maupun kepada perusahaan sebagai produsen dan penjual. Perlu pula dipikirkan langkah yang perlu ditempuh untuk menyampaikan produk ke tangan konsumen.
            Selanjutnya strategi pemasaran perlu mempertimbangkan apa yang di sebut daur kehidupan produk (Product Life Cycle). Daur kehidupan produk adalah tahap-tahap yang "dilalui" oleh suatu barang atau jasa sejak ia mulai diperkanalkan di pasar hingga ia lenyap dari pasar tersebut. Dengan memperhatikan hal ini, dapat dibuat rencana tentang langkah apa yang perlu dikerjakan dalam menghadapi setiap tahap dalam kehidupan produk.
PERAN PEMASARAN DALAM ORGANISASI

1. Peran Pemasaran dalam Sektor Bisnis
            Dalam sektor bisnis, pemasaran mulai di sadari oleh berbagai perusahaan pada waktu yang berbeda. Unilever, Philips, Sony, dan Canon termasuk pelopor di Asia. Praktik pemasaran juga berbeda antar negara. Secara umum, pemasaran paling cepat menyebar di perusahaan-perusahaan penghasil barang konsumen dalam kemasan (Consumer Packaged/Goods), perusahaan-perusahaan penghasil barang konsumen tahan lama (Consumer Durable-Goods), dan perusahaan-perusahaan peralatan industri.
            Dalam dekade terakhir, perusahaan-perusahaan jasa atau pelayanan konsumen (Consumer Service Firm), khususnya penerbangan dan bank, telah menuju pemasaran modern. Pemasaran mulai menarik minat perusahaan asuransi dan pialang saham, meskipun mereka masih harus banyak belajar dalam menerapkan pemasaran secara efektif.

2. Peran Pemasaran dalam Sektor Non-Profit
            Pemasaran semakin menarik minat organisasi non profit seperti perguruan tinggi, rumah sakit, gereja, dan kelompok kesenian, khususnya di Negara-negara maju. Berbagai instansi pemerintah dan lembaga non profit swasta juga meluncurkan kampanye pemasaran sosial untuk mengurangi merokok, minum alkohol, penggunaan obat bius, dan hubungan seks yang tidak aman.

3. Peran Pemasaran dalam Sektor Internasional
            Perusahaan multi nasional banyak menanamkan modalnya untuk meningkatkan kemampuan pemasaran globalnya. Beberapa perusahaan multi nasional Eropa dan Jepang seperti Nestle, Benetton, Unilever, Toyota, Sony, dalam banyak hal telah memahami pemasaran secara lebih baik dan mengalahkan para pesaingnya dari Amerika Serikat. Perusahaan multi nasional telah memperkenalkan dan menyebarluaskan praktik pemasaran modern ke seluruh dunia. Hal ini memaksa perusahaan-perusahaan domestik yang lebih kecil di berbagai Negara untuk memperkuat pemasaran mereka supaya dapat bersaing secara efektif dengan perusahaan multi nasional.


Selasa, 05 Desember 2017

Mengumpulkan Informasi Pemasaran

1.      Informasi pemasaran

Informasi adalah keterangan baik yang berupa data maupun hasil analisis, pertimbangan atau pandangan dari yang menyampaikan mengenai kondisi atau hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan dalam pengambilan keputusan. Jadi informasi pemasaran adalah keterangan data/ fakta hasil analisis atau pertimbangan mengenai kondisi pemasaran yang di butuhkan dalam proses pengambilan keputusan di pemasaran.
Sistem informasi pemasaran adalah keterangan baik berupa data atau fakta maupun hasil analisis atau pertimbangan mengenai kondisi-kondisi atau hal-hal yang berkaitan dalam pengambilan keputusan dalam bidang pemasaran. Sistem informasi pemasaran mempunyai arti dan peranan yang sangat penting bagi manajer pemasaran untuk pengambilan keputusan.
Lingkungan pemasaran berubah dengan kecepatan yang semakin meningkat, sehingga di butuhkan informasi pasar yang seketika lebih besar dari waktu lampau. Pemasaran berubah dari lokal ke nasional dan akhirnya secara global. Kebutuhan informasi itu telah mendorong munculnya teknologi informasi yang baru diantaranya : computer, televisi kabel, mesin foto copy, mesin fax, scanner, audio dan video recorder, video disc players, CD-ROM, camcorder, ponsel dan yang paling mendunia adalah internet.
Setiap perusahaan harus mengelola dan mendistribusikan aliran informasi berkelanjutan bagi manajer pemasarannya. Sistem Informasi Permasaran atau MIS (Marketing Information System) terdiri dari orang-orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, memilah, menganalisis, mengevaluasi dan menyortir dan mendistribusikan informasi yang sesuai kebutuhan, tepat waktu, dan akurat kepada pengambil keputusan pemasaran.
Sistem informasi pemasaran perusahaan harus merupakan persilangan antara apa yang kira-kira dibutuhkan oleh manajer, apa yang benar-benar mereka butuhkan dan apa yang benar-benar layak secara ekonomis.
Sistem informasi pemasaran dibentuk dari catatan perusahaan internal, kegiatan pencarian intelejen pemasaran, riset pemasaran, dan analisis pendukung keputusan pemasaran.

2.      Sifat Informasi Internal

Siklus Pesan-Sampai-Pembayaran
Inti sistem pencatatan internal adalah siklus pesan-sampai-pembayaran. Perwakilan penjualan, penyalur, dan pelanggan mengirimkan pesanan keperusahaan. Departemen penjualan menyiapkan tagihan, mengirimkan salinannya keberbagai departemen, dan memesan ulang barang-barang yang habis. Barang-barang yang dikirimkan ini menghasilkan dokumen pengiriman dan penagihan yang dikirimkan ke berbagai departemen. Perusahaan telah menggunakan internet dan ekstranet untuk meningkatkan kecepatan, akurasi, dan efisien siklus pemesanan-sampa-pembayaran.
Sistem Informasi Penjualan
Manajer tentu sangat memerlukan laporan yang tepat dan waktu yang akurat tentang kondisi penjualan yang dilakukan. Wal-Mart mengoprasikan gudang data penjualan dan persediaan yang menyimpan data semua barang untuk setiap pelanggan, setiap toko, setiap hari dan Wal-Mark selalu memperbarui setiap jam.
Unica Corporation
Unica merupakan sebuah penyedia piranti lunak pemasaran di Lincoin, Massachusetts, yakni pelanggannya menghargai pesan perusahaan yaitu dengan perusahaan mampu memberikan pasokan berdasarkan cookies yang diterimanya. Halley mengatakan bahwa cookies memungkinkan Unica mengarahkan komunikasinya lebih baik. Gadget teknologi mengubahsistem informasi penjualan dan memungkinkan wiraniaga mempunyai informasi informasi terbaru dari detik kedetik.
Database, Gudang Data, dan Penggalian Data
Saat ini perusahaan mengelola informasi mereka dalam database-database pelanggan, database produk, database wiraniaga dan kemudian menggabungkan data dari berbagai database. Selain menghemat pengeluaran surat, manipulasi data ini sering dapat mencapai tingkat respon dua digit. Perusahaan menyimpan data-data ini (data werehousing) dan membuatnya mudah diakses oleh pengambil keputusan. Manajer dapat mentabulasi silang informasi dengan informasi produk dan wiraniaganya untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih mendalam, dengan menggunakan teknologi yang dikembangkan sendiri.


3.      Sistem Intelijen Pemasaran
Jika catatan internal memberikan data hasil, tetapi sistem intelijen pemasaran memberikan data saat ini (happenings). Sistem Intelijen Pemasaran (Marketing Intelligence system) adalah kumpulan prosedur dan sumber daya yang digunakan manajer untuk mendapatkan informasi harian tentang berbagai perkembangan dalam lingkungan pemasaran. Manajer Pemasaran mengumpulkan intelijen pemasaran dengan cara membaca buku,surat kabar, dan publikasi dagang : berbicara dengan pelanggan, pemasok dan distributor, mengamati “media sosisal” di internet melalui kelompok diskusi online, e-mail dan blog dan melakukan pertemuan dengan manajer perusahaan lain.
Langkah untuk meningkatkan kualitas intelijen pemasarannya :
Ø  Melatih dan memotivasi tenaga penjualan untuk menemukan dan melaporkan perkembangan baru.
Perusahaan harus “menjual” tenaga penjualannya berdasarkan arti penting mereka sebagai pengumpul inteljen.Sebagai contoh beberapa pelanggan menggunakan bahan kedap air Grace untuknmembuat mobil serta sepatu boat dan tenda kedap suara.Tujuh ide produk baru muncul dan nilai penjualannya jutaan dolar.
Ø  Memotivasi distributor,pengecer dan perantara lain utnuk menyampaikan intelijen yang penting.
Perusahaan memperkejakan spesialis utnuk mengumpulkan intelijen pemasaran.Penyedia layanan dam pengecer sering mengirimkan pembelanjaan misterius ke toko-toko mereka untuk menilai kebersihan fasilitas,kualitas produk dan cara karyawan memperlakukan pelanggan.
Ø  Membentuk jaringan eksternal.
Perusahaan dapat membeli produk pesaing, menghadiri open house dan pameran dagang, membaca laporan terbitan pesaing, menghadiri rapat pemegang saham,berbicara dengan karyawan, penyalur, distributor, pemasok, dan agen pengiriman, mengumpulkan iklan pesaing, dan mencari baru tentang pesaing.
Tentu saja, sebelum adanya internet terkadang anda benar-benar harus pergi ke lapangan dan mengamati persaingan. Inilah yang dilakukan para pengusaha minyak dan gas. Selain itu perusahaan masih bisa mendapatkan informasi yang bermanfaat di lapangan. Meskipun demikian pengumpulan inteljen kompetitif haruslah resmi dan etis.
Ø  Membentuk panel penasihat pelanggan.
Anggota dapat meliputi perwakilan pelanggan atau pelanggan terbesar perusahaan atau sebagian besar pelanggan yang jujur dan canggih. Banyak sekolah bisnis mempunyai panel penasihat yang terdiri dari para alumni dan perekrut yang memberikan umpan balik pada kurikulum.
Ø  Memanfaatkan sumber daya data pemerintah.
Seperti AS tahun 2000 memberikan tinjauan mendalam terhadap perpindahan populasi,kelompok demografi,migrasi regional dan perubahan struktur keluarga.
Ø  Membeli Informasi dari pemasok luar.
Pemasok data terkenal diliputi AC Nielsen Company dan information Resources Inc.
Ø  Menggunakan sistem umpan balik pelanggan online untuk mengumpulkan inteljen kompetitif.
Dewan peninjau pelanggan, forum diskusi, ruang chatting dan blog dapat mendistribusikan penilaian produk atau pemasok yang dilakukan pelanggan hingga sejumlah besar pembeli potensial lain Dan tentu saja, bagi pemasar yang mencari informasi tentang persaingan.

Cara utama pemasar untuk menemukan informasi online, yang relevan tentang kekuatan dan kelemahan produk pesaing, beserta komentar singkat dan keseluruhan peringkat, kinerja produk, jasa atau pemasok.
·         Formal tinjauan barang dan jasa pelanggan independen.
Forum independen meliputi situs Web seperti Bizrate.com.Bizrate.com adalah jaringan umpan balik konsumen yang mengumpulkan jutaan ulasan konsumen tentang toko dan produk setiap tahun dari dua sumber.
·         Situs umpan balik distributor atau agen penjualan.
Menawarkan tinjauan produk atau layanan positif dan negatif sekaligus,tapi toko atau distributor membangun situs sendiri.Amazon.com misalnya menawarkan peluang umpan balik interaktif.
·         Situs Combo menawarkan tinjauan pelanggan dan pendapat ahli.
Situs kombinasi di konsentrasikan pada layanan keuangan dan produk teknologi tinggi yang memerlukan kemampuan dan pengetahuan profesional.

·         Situs keluhan pelanggan.
Forum keluhan pelanggan dirancang terutama untuk pelanggan yg tidak puas. Planetfeedback.com memungkinkan pelanggan menyalurkan pengalaman tidak menyenangkan dengan perusahaan tertentu
·         Blog publik.
Puluhan juta blog dapat ditemukan di internet dan jumlah mereka terus bertambah.
Menganalisis blog dan jaringan sosial untuk memberikan pandangan tentang centimen konsumen.
Beberapa perusahaan mensirkulasikan perusahaannya. Staf memindai internet dan publikasi utama, merangkum berita-berita yang relevan dan mendiseminasikan buletin kepada manajer pemasaran. Fungsi intelijen kompetitif paling berhasil ketika operasi intelejen bekerjasama secara erat dengan para pengguna kunci dalam proses pengambilan keputusan. Sebaliknya, organisasi yang hanya memandang intelijen sebagai fungsi terpisah dan berbeda, yang hanya membuat laporan dan tidak terlibat adalah organisasi yang kurang efektif.

4.      Sistem Riset Pemasaran
Sistem risetpemasaran adalah perencanaan, pengumpulan, analisis dan pelaporan data yang sistematis serta temuan-temuan yang relevan dengan situasi pemasaran tertentu yang dihadapi perusahaan. Perusahaan riset pemasaran dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu :
1.      Perusahaan riset yang terindikasi dengan jasa
Perusahaan ini mengumpulkan informasi konsumen dan perdagangan, yang mereka jual untuk mendapatkan imbalan. Misalnya: Nielsen Media Research, SAMI/ BURKE
2.      Perusahaan riset pemasaran sesuai pesanan
Perusahaan ini dipekerjakan untuk melaksanakan proyek khusus. Mereka merancang studi dan melaporkan temuan.
3.      Perusahaan riset pemasaran spesialis lini
Perusahaan ini memberikan layanan riset yang terspesialisasi. Contoh terbaiknya adalah perusahaan layanan lapangan yaitu menjual jasa wawancara di lapangan kepada perusahaan lain.

Perusahaan-perusahaan kecil dapat menyewa jasa perusahaan riset pemasaran atau melakukan riset dengan cara yang kreatif dan biaya yang terjangkau, seperti berikut :
Ø  Menugaskan mahasiswa atau dosen perguruan tinggi untuk merancang dan menjalankan proyek sistem pemasaran.
Ø  Menggunakan internet : perusahaan dapat mengumpulkan informasi yang banyak sekali dengan biaya sangat kecil.
Ø  Mengamati para pesaing : banyak perusahaan kecil yang secara rutin mengunjungi para pesaing-pesaingnya.

Proses riset pemasaran
·         Mendefinisikan masalah dan tujuan riset
Manajemen pemasaran harus berhati - hati agar tidak mendefinisikan suatu masalah kepada periset pemasaran.
·         Mengembangkan rencana riset
Dimana tahap ini di haruskan mengembangkan rencana paling efektif untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan dan berapa biayanya.
·         Mengumpulkan informasi
Tahap pengumpulan data umumnya merupakan tahap yang paling mahal dan paling sering terjadi kesalahan. Dalam kasus survei, terdapat empat masalah utama. Sebagian responden mungkin sedang tidak ada di rumah dan harus dihubungi lagi atau diganti responden lain. Responden  lain mungkin menolak untuk bekerja sama.  Juga ada responden yang memberikan cara jawaban yang bias atau tidak jujur. Dan yang terakhir, beberapa pewawancara terkadang juga bersikap bias atau tidak jujur.
Beberapa kemajuan teknis terbaru telah memungkinkan para pemasar untuk meriset pengaruh iklan dan promosi penjualan terhadap penjualan. Sebuah perusahaan riset, Information Resources, Inc, bekerja sama dengan sekelompok pasar swalayan yang dilengkapi dengan scanner dan mesin kasir elektronik. Scanner itu membaca kode universal tiap produk yang dibeli, mencatat merek, ukuran, dan harganya untuk tujuan persediaan dan pemesanan barang.
Sementara itu, perusahaan riset itu juga memilih panel yang terdiri dari sekelompok pelanggan took - toko tersebut yang telah setuju untuk membebankan pembelian mereka melalui kartu identitas Shoppers Hotline khusus yang menyimpan informasi mengenai karakteristik, gaya hidup, dan pendapatan rumah tangga mereka. Para pelanggan itu juga telah setuju untuk mengijinkan kebiasaan menonton televisi
mereka dimonitor melalui kotak hitam. Semua pelanggan peserta menerima siaran
acara melalui televisi kabel, dan Information Resources mengendalikan pesan - pesan iklan yang dikirim ke rumah mereka. Melalui pembelian - pembelian di toko perusahaan itu kemudian perusahaan tersebut dapat mengetahui iklan mana yang mendorong pembelian lebih banyak dan oleh jenis pelanggan mana.
·         Menganalisa informasi
Langkah berikutnya dalam proses riset pemasaran adalah menyaring temuan temuan  yang  berguna  dan  data  yang  dikumpulkan.  Peneliti  mentabulasi  dan membuat distribusi frekuensinya. Rata - rata dan ukuran dispersi dihitung untuk variabel - variabel utama. Peneliti itu juga akan menerapkan sejumlah teknik statistik dan  model  keputusan  yang  lebih  canggih  dengan  harapan  dapat  memperoleh
temuan tambahan.
·         Menginformasikan temuan
Sebagai langkah riset pemasaran yang terakhir, para peneliti menyajikan temuan -temuan mereka. Peneliti harus menyajikan temuan - temuan mereka yang relevan dengan keputusan pemasaran utama yang dihadapi manajemen.
·         Membuat keputusan
Para manajer yang mengadakan riset perlu memeberi bobot atas buktinya. Mereka tahu   bahwa   temuan-temuan   itu   bisa   mengalanu   berbagai   kesesatan.   Jika kepercayaan mereka terhadap temuan itu rendah, mereka dapat memutuskan untuk tidak memperkenalkan layanan Internet dalam penerbangan. Jika mereka memiliki kecenderungan  untuk  meluncurkan  layanan  itu,  temuan -  temuan  mendukung kecondongan hati mereka. Mereka bahkan memutuskan untuk mempelajari isu itu lebih lanjut dan melakukan riset lagi. Keputusan ada di tangan mereka, telah diharapkan bahwa riset itu memberi mereka pemahaman tentang masalahnya.

Mengembangkan rencana riset pemasaran meliputi :
Ø  Pengumpulan data sekunder / primer
Data sekunder terdiri dari informasi yang sudah ada di suatu tempat, yang telah dikumpulkan untuk tujuan lain sedangkan data primer terdiri dari informasi yang dikumpulkan untuk tujuan khusus yang telah ditentukan.
Ø  Memilih satu atau lebih pendekatan riset
Ø  Menggunakan peralatan riset memadai
Ø  Mengembangkan rencana sampling
Ø  Menentukan metode kontak dengan subyek







Pronoun dalam Soal TOEFL