Minggu, 10 Desember 2017

Menganalisis Persaingan Dalam Kegiatan Pemasaran

A.    Pesaing

     Pesaing adalah perusahaan yang menghasislkan atau menjual barang dan jasa yang sama atau mirip dengan produk yang ditawarkan. Kualitas manusia akan meningkat akibat adanya persaingan, demikian juga dengan suatu produsen/organisasi. Manusia pesaing adalah orang-orang yang secara sadar berlatih dan bekerja keras untuk bersaing dan memenangkan persaingan itu. Persaingan yang tidak terkendali dalam jalan positif akan menimbulkan perpecahan atau perselisihan. Persaingan telah menciptakan ego dan ketahana diri untuk selalu survive dalah kehidupan yang keras ini. Hal demikian merupakan suatu analogi yang ditujukan untuk sebuah organisasi bisnis, dimana sama halnya dengan manusia sebuah organisasi bisnis juga akan bersaing untuk dapat bertahan dan survive dalam kinerjanya. Mengidentifikasi pesaing adalah tugas perushaan yang sederhana tapi memberikan dampak yang besar bagi perusahaan itu sendiri. Perlu disadari meskipun mengidentifikasi pesaing merupakan hal sederhana bagi perusahaan. Namun cakupan pesaing actual dan potensial perusahaan sebenarnya jauh lebih luas. Perusahaan lebih mungkin untuk dikalahkan oleh pesainganya yang baru muncul atau oleh teknologi baru, dibandingkan oleh pesaingnya saat ini. Dalam dunia persaingan, tugas utama pengusaha adalah menggaet pelanggan sebanyak mungkin. Baik itu pelanggan baru maupun pelanggan lama, dan juga bagaiman cara mematikan laju perkembangan pesaing. Dengan demikian dalam menjalankan strategi perusahaan yang kompetitif, seorang pengusaha diharapkan untuk terus-menerus mengetahui dan memantau setiap tindakan pesaing. Sasaran pesaing diantaranya adalah:
a.        
   Memaksimalkan laba
Perlu mengetahui laba jangka pendek atau laba jangka panjang dan apa tindakan yang akan mereka ambil.
Contoh: dengan menetapkan harga yang relatif murah agar kepuasan konsumen dapat ditingkatkan sehingga dapat mendapatkan keuntungan yang maksimal karena konsumen tetap membeli produk tsb.

b.       Memperbesar market share
Perlu mengetahui apakah pertumbuhan market share yang dimiliki cukup besar.
Contoh: dengan menurunkan harga agar konsumen akan tetap membeli produk kita dan akan tersebar melalui para konsumen yang membeli produk kita, selain itu juga dapat melalui promosi agar pasar yang dikuasai semakin luas.

c.        Meningkatkan mutu produk
Bertujuan untuk menggaet pelanggan milik pesaing.
Contoh: dengan memberikan berbagai kelebihan seperti produk plus, bunga yang kompetitif, frekuensi penarikan, jumlah jaringan, atau teknologi yang dimiliki.

B.     Analisis Pesaing

Analisis pesaing merupakan suatu tindakan menganalisa atau mengidentifikasi sesuatu hal/tindakan yang dilakukan oleh pihak pesaing atau perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa, dimana barang atau jasa dirasa memiliki kesamaan dengan produk yang kita hasilkan. Tujuan utama perusahaan mengadakan analisis pesaing adalah agar perusahaan dapat mengetahui keunggulan pesaing dalam bidang mana serta di mana letak kelemahan pesaing, dimana dengan mengetahui keunggulan dan kelemahan pesaing, perusahaan dapat dengan mudah melakukan berbagai serangan terhadap kelemahan pesaing dan berusaha untuk bertahan jika suatu waktu terjadi serangan balik dari pesaing.
Cara mengidentifikasi pesaing yaitu dengan mengetahui secara jelas apa jenis produk yang ditawarkan oleh pesaing, melihat besarnya pasar yang dikuasai(market share) pesaing melalui segmen pasar yang akan dimasuki. Selain itu juga berusaha untuk memasuki dan mengusahakan untuk menciptakan peluang baru yang sebesar-besarnya serta mencari tahu keunggulan dan kelemahan yang dimiliki pesaing.
Dalam pelaksanaannya analisis pesaiang dapat dilakukan dengan cara, menentukan sasaran pesaing, identifikasi keunggulan dan kelemahan dan mengetahui ancaman dan peluang.

1.      Identifikasi pesaing

Keuntungan suatu hal pokok yang menjadi tujuan akhir sehingga menuntut antara perusahaan satu dengan yang lainnya bersaing dalam bisnisnya. Persaingan antar perusahaan tersebut tentunya diawali dari keinginan perusahaan mengetahui perusahaan lain atau dikatakan sebagai pesaing. Langkah-langkah yang dapat di lakukan yakni dengan cara mengidentifikasi meliputi :
a.        Jenis produk yang ditawarkan
Setiap perusahaan memeiliki nilai unggul dalam produk yang di ciptakan, dengan demikian perusahaan lain dapat menganalisi produk tersebut sehingga dapat menjadi nilai tambah yang akan diterapkan pada produk yang dihasilkan.
b.       Melihat besarnya pasar yang dikuasai pesaing
Pasar merupakan komponen penting penunjang kegiatan pemasaran dapat berjalan. Dunia bisnis memiliki banyak pangsa pasar, hanya saja pangsa pasar dapat di kuasai oleh perusahaan yang lebih dulu mendapatkan pangsa pasar. Sebagai contoh:  perusahaan sepatu reebok yang menguasai pangsa pasar sepatu running.  Melihat hal tersebut maka bermunculan produsen sepatu lain yang sama memasuki pangsa pasar sepatu running. Dari kasus tersebut, maka baik perusahaan baru atau perusahaan lama membutuhkan indentifikasi terhadap pangsa pasar yang ditempai/dikuasai oleh pesaing. Sehingga dapat memberikan hasil apakah perusahaan bertahan dipangsa pasar tersebut dengan inovasi  baru produk atau mecari pangsa pasar lain.

2.      Identifikasi keunggulan dan kelemahan

Perusahaan/produsen dapat mengidentifikasi baik dari segi eksternalnya yakni produknya dan pelayanan yang diberikan terhadap konsumen atau dapat juga dari segi internalnya yakni komponen organisasi pendukung yakni perlakuan terhadap staf dan karyawan. Contoh : kelengkapan produk, kemasan produk, bagaimana promosi yang dilakukan pesaing, dapat juga letak lokasi pesaing.

3.       Identifikasi peluang dan ancaman

Tahap ini merupakan hasil yang diperoleh dari identifikasi sebelumnya yakni identifikasi jenis produk yang ditawarkan pesaing, melihat besar pangsa pasar pesaing dan mengetahui keunggulan dan kelemaham pesaing. Peluang yang didapat dari hasil analisi, akan menjadi bekal untuk memberika inovasi atau menciptakan produk baru guna dapat bersaing dengan produsen lain. Disamping mengetahui peluang, tentunnya dapat diketahui ancaman yang menghambat produsen yakni dapat pesaing lain atau pesaing yang baru saja diidentifikasi memiliki alternative inovasi jika produknya telah teridentifkasi keunggulannya.
Setelah menganalisa pesaing dapat diambil kesimpulan. Siapa pesaing produsen, apa sasaran pesaing yang ingin dicapai, bagaimana strategi yang pesaing terapkan, kekuatan dan kelemahan kesaing serta bagaiman reaksi mereka terhadap pesaing lain. Dalam dunia bisnis tentunya pesaing tidak hanya satu atau dua melainkan sangat banyak, sehingga dengan menganalisa pesaing dapat diketahui siapa pesaing yang terlebih dahulu diserang dan bagaiman cara menyerang serta pesaing mana yang dihandari lebih dahulu.

C.    Analisis kekuatan dan kelemahan pesaing


Setiap badan usaha tentunya memiliki tindakan yang berbeda-beda dalam menjalankan suatu bisnis. Tindakan tersebut tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan yang dapat di identifikasi guna menjadi bahan evaluasi. Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pesaing dapat dilakukan melalui tahap-tahap berikut :
1.      Mencari dan mengumpulkan data tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan sasaran, strategi dan kinerja pesaing.
2.      Mencari keuatan dan kelemahan pesaing dalam hal keuangan, seumber daya manusia, teknologi dan perannya dalam pasar.
3.      Mengetahui market share yang dikuasai pesaing dan tindakan pesaing terhadap pelanggan.

Mengumpulkan informasi tentang kekuatan dan kelemahan masing-masing pesaing. Menurut perusahaan konsultasn Arthur D. Little, sebuah perusahaan akan menempati satu diantara enam posisi kompetitif didalam pasar sasaran berikut ini :
1.         Dominan : perusahaan ini mengendalikan perilaku pesaing yang lain dan memiliki pilihan strategis      yang luas.
2.      Kuat : perusahaan ini bisa mengambil tindakan mandiri tanpa membahayakan posisi jangka panjangnya dan dapat mempertahankan posisi jangka panjangnya apapun tindakan yang dilakukan oleh pesaing.
3.      Cukup baik : perusahaan ini memiliki keuatan yang bisa dimanfaatkan dan peluan yang ada diatas rata-rata untuk meningkatkan posisinya
4.      Cukup : perusahaan ini memiliki kinerja pada tingkat yang cukup untuk mencapai hasil yang memuaskan, dan dapat terus mempertahankan dalam bisnis.
5.      Lemah : perusahaan ini memiliki kinerja yang tidak memuaskan tetapi ada peluang untuk memperbaiki. Perusahaan ini harus berubah atau kalau tidak akan keluar pasar.
6.      Tidak berpeluang : perusahaan ini memiliki kinerja yang tidak memuaskan dan tidak ada peluang unutk memperbaiki.

D.     Analisa strategi pesaing

Suatu perusahaan telah menerapkan suatu konsep yang menjadi alur berjalannya aktivitas perusahaan tersebut sehingga dapat mencapai tujuan. Visi dan misi merupakan salah satu contoh yang menjadi tahap awal perusahaan membentuk suatu strategi atau konsep tersebut. strategi yang di terpakan perusahaan sanag berfariasi mulai dari meitikberatkan kepada pelayanan konsumen, kemudian terdapat juga perusahaan yang lebih memberikan nilai dalam produknya atau juga kedua komponen tersebut sebagai strategi perusahaan dalam memasuki pangsa pasar. Sebagai produsen yang bersaing tentunya harus mampu mengidentifikasi strategi produsen lain (pesaing), dimana hasil dari identifikasi dapat dijadikan bekal untuk membenahi kinerja perusahaan.  Pesaing juga memiliki startegi guna meingkatkan kinerjanya. Strategi yang digunakan pesaiang atau dapat juga kita sebagai produsen yakni :
1.               Strategi menyerang pesaing yang lemah terlebih dahulu
2.               Strategi menyerang lawan yang kuat
3.               Strategi gerliya
4.               Bertahan setiap serangan lawan atau emngimbangi serangan lawan
Dalam mengidentifikasi strategi pesaing dapat menggunakan beberapa anasilis, seperti menggunakan analisis SWOT(Strenght, Weakness, Oppurtunities, Threats) dan juga melihat dari bauran pemasaran yang diterapkan pesaing. Kedua analisi tersebut mampu memebrikan jawaban mengenai kemampuan pesaing dalam menjalankan kegiatannya, kekuatan pesaing hingga kelemahan pesaing dalam kegiatannya. Produk, tempat, harga dan cara promosi pesaing juga dapat diukur seberapa efisiennya. Perlu disadari setiap mengidentifikasi strategi yang dijalankan pesaing maka akan menjadikan hasil analisis menjadi evaluasi terhadap strategi kita (produsen), tidak semua strategi pesaing dapat menjadi bahan evaluasi produsen.

E.     Mengidentifikasi pola reaksi pesaing

 

Setiap pesaing memiliki falsafah tertentu dalam bisnisnya, budaya internal tertentu dan keyakinan tertentu. Produsen membutuhkan pemahaman yang mendalam atas pola pikir pesaing untuk berharap dapat mengantisipasi bagaiaman pesaing akan beraksi atau bereaksi. Beberapa reaksi pesaing bila diserang:
1. Apabila kita menurunkan harga, akan diikuti pesaing dengan menurunkan harga pula, bahkan mungkin lebih rendah dari kita.
2. Apabila kita memberikan hadiah, akan dibalas juga dengan hadiah yang lebih baik.
3.  Apabila kita memberikan diskon dalam jumlah tertentu kepada pelanggan, pesaing juga member diskon yang lebih menarik.
4. Apabila kita membebaskan biaya seperti administrasi, pasti akan diikuti pesaing dengan jumlah biaya yang lebih murah.
5.  Apabila kita membuka cabang di suatu lokasi, akan dibalas oleh pesaing dengan membuka cabang di lokasi perusahaan kita.
Beberapa macam pola reaksi dari pesaing dalam menanggapi produsen lain yang sedang menganalisisnya, yakni :
1.      The Loid – Back Competitiors : Pesaing-pesaing yang tidak bereaksi dengan cepat dan kuat dengan alasan, konsumennya sudah loyak, melakuakn harvesting (pamer), kurang inisiatif, kurang dana.
2.      The Selective Competitiors : Pesaing yang selektif, pesaing yang bereaksi hanya terhadap jenis serangan tertentu dan terhadap serangan lain.
3.      The Tiger Competitor adalah pesaing yang bereaksi dengan gesit dan kuat terhadap setiap serangan dalam wilayahnya.
4.      Pesaing stochastic/tak terduga merupakan pesaing yang tidak menunjukan pola reaksi yang tidak dapat diduga. Hal ini tidak dapat diramalkan berdasarkan keadaan ekonomi dan lain sebagainya.
Oleh karenaya Identifikasi reaksi pesaing tentunya memiliki tujuan yakni mengetahui bagaimana pola dan strategi pesaing dalam merebut segmen pasar yang ada, dan bagaimana perusahaan mampu melakukan terobosan baru dalam upaya menggungguli pesaing yang ada.

F.     Pembetukan sistem intelejen terhadap pesaing


Sistem intelijen pesaing adalah seperangkat prosedur dan sumber yang digunakan oleh para manajer untuk memperoleh informasi harian mengenai perkembangan dilingkungan pemasaran khususnya terhadap pesaing. Sistem intelijen tersebut dapat dirancang sebagai berikut :

1.      Pembentukan sistem, dalam tahap ini membeutuhkan identifikasi jenis-jenis informasi persaingan yang dianggap penting termasuk sumber dan menuaskan seseorang yang akan mengelola sistem dan memberikan pelayanan yang diperlukan unutk persaingan.
2.      Pengumpulan Data, dalam hal ini data dikumpulkan secara berkesimabungan dari lapangan (tenaga penjual, saluran, pemasaran, pemasok dan asosiasi perdagangan), dari orang-orang yang berbisnis dengan pesaing, pengamatan atas pesaing, serta data yang dipublikasikan termasuk CD-ROM, jasa online dan internet.
3.      Evaluasi dan analisis data, dengan cara penyebaran informasi dan pemberian tanggapan informasi tentang pesaing. Hal tersebut harus disampaikan kepada pengambil keputusan yang relevan, dengan rancangan sistem yang baik, hal tersebut dapat diperoleh diantaranya dengan :
a.       Manajer perusahaan akan mendapat informasi tepat waktu tentang pesaing melalui telepon, bulletin, laporan berkas dan laporan-laporan lain.
b.       Manajemen dapat menghubungi departemen intelejen pasar jika :
1.)    Jika perusahaan membutuhkan bantuan untuk mneginterprestasikan gerakan pesaing yang mendadak.
2.)    Jika inging mengetahui kelemahan dan kekuatan pesaing.
3.)    Jika ingin mendiskusikan kecenderungan tanggapan pesaing terhadap gerakan perusahaan yang sedang dipertimbangkan.
4.      Menentukan pesaing utama

G.    Strategi menghadapi pesaing


Sebelumnya telah dijelaskan banyak bagaimana cara mengidentifikasi pesaing. Sebagaimana dapat digambarkan kita berperan sebagai produsen dan ingin mengetahui pesaing yang ada, dan dapat menilai kelemahan keunggulan pesaing. Dalam kenyataannya tidak hanya kita sebagai produsen ingin mengetahui pesaing, namun juga terdapat pesaing lain yang juga mengidentifikasi kita. Hal tersebut merupakan suatu siklus yang akan berlanjut sampai kapanpun, dimanapun pasar yang menjadi tempat kita hingga berlaku juga untuk perusahaan besar maupun ukm yang sedang berkembang. suatu siklus demikian tentunya setiap perusahaan/produsen memiliki sebuah strategi tersendiri untuk menghadapi pesaing, startegi yang digunakan diantaranya :
1.      Strategi produk
Produk adalah segala sesuatu yang ditawarkan dipasar atribut seperrti : warna, bungkus, prestise perusahaan serta pelayanan perusahaan yang dibeli konsumen untuk dapat memberikan pemuas kebutuhan.
2.      Strategi penetapan harga, harga merupakan sejumlah uang yang dikorbankan untuk mendapatkan sejumlah kombinasi produk serta pelayanan yang menyertainya. Harga merupakan suatu strategi bagi seorang penjual untuk membedakan penawaran produknya dari pesaing, sehingga penetapan harga adalah salah satu bagian penting dalam pemasaran.
3.      Promosi, promosi kegiatan pemasaran yang ditunjukan untuk mendorong adanya permintaan konsumen, promosi juga mempunyai hubungan yang erat sekali dengan fungsi penjualan. Promosi adalh kegiatan untuk menciptakan atau mendorong permintaan dan mencari pembeli, promosi dilakukan dengan pendekatan komunikasi yang bersifat persuasi.
4.      Strategi distribusi, saluran distribusi adalah saluran niaga yang terlibat dalam proses penyerahan barang dari produsen ke konsumen. Sebelum mengemukakan jenis saluran distribusi yang ada, maka terlebih dahulu mengetahui jenis produk yang disahsilkan perusahaan, karena dalam saluran distribusi perusahaan harus berorientasi dengan produk yang disalurkan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pronoun dalam Soal TOEFL